Sejarah Internet



Sejarah Internet 

Pendahuluan

Internet adalah sistem jaringan komputer global yang menggunakan protokol komunikasi standar, terutama Transmission Control Protocol (TCP) dan Internet Protocol (IP), untuk menyatukan infrastruktur telekomunikasi dan komputasi yang beragam menjadi suatu internetwork yang terdistribusi. Internet berkembang melalui tahapan riset ilmiah, eksperimen militer, standardisasi teknis, komersialisasi, serta globalisasi infrastruktur digital. Evolusi internet merupakan hasil kolaborasi antara institusi akademik, pemerintah, industri telekomunikasi, dan organisasi internasional.

Internet modern memungkinkan pertukaran data dalam bentuk teks, suara, gambar, dan video, serta menyediakan layanan aplikasi seperti email, transfer file, World Wide Web (WWW), dan berbagai sistem komputasi terdistribusi. Perkembangan internet berkaitan erat dengan transformasi teknologi informasi dan telekomunikasi pada paruh kedua abad ke-20 hingga awal abad ke-21.

Terminologi dan Definisi

Istilah "internet" merupakan singkatan dari internetwork, yaitu jaringan yang menggabungkan berbagai jaringan heterogen menggunakan protokol standar. Internet berbeda dari World Wide Web; internet adalah infrastruktur jaringan dan protokol transport, sedangkan WWW adalah sistem hypertext yang berjalan di atas internet melalui protokol HTTP.

Internet juga memiliki keterkaitan dengan konsep lain, seperti:

  • Packet switching: pemecahan data menjadi paket-paket.
  • Routing: penentuan jalur paket antar jaringan.
  • Internetworking: interkoneksi jaringan heterogen.
  • TCP/IP: protokol pengendali transmisi dan alamat jaringan.

Latar Historis Telekomunikasi

Sejarah internet dapat ditelusuri ke teknologi telekomunikasi sebelumnya, termasuk telegraf, telepon, dan radio. Sistem telekomunikasi awal bersifat analog dan circuit-switched, sehingga tidak mendukung pemecahan data digital ke dalam paket. Perkembangan telekomunikasi digital pada pertengahan abad ke-20 memperkenalkan teknik encoding, multiplexing, dan switching yang kelak menjadi dasar jaringan komputer.

Perkembangan Komputasi Digital

Komputasi elektronik berkembang pesat pada era pasca Perang Dunia II. Komputer awal seperti ENIAC dan UNIVAC digunakan untuk perhitungan ilmiah dan administrasi. Pada 1950-an dan 1960-an, konsep time-sharing memungkinkan banyak pengguna mengakses komputer pusat melalui terminal jarak jauh. Time-sharing meningkatkan kebutuhan akan jaringan komputer dan komunikasi data.

Teori Packet Switching

Packet switching merupakan konsep kunci yang membedakan jaringan komputer dari sistem telekomunikasi konvensional. Paul Baran di RAND Corporation mengembangkan gagasan packet switching untuk sistem komunikasi tahan-serangan nuklir, sedangkan Donald Davies di National Physical Laboratory (NPL), Inggris, mengembangkan sistem packet switching operasional. CYCLADES di Prancis juga berkontribusi pada filosofi host-responsibility.

Packet switching memungkinkan komunikasi data yang efisien, fleksibel, dan toleran kesalahan. Konsep ini menjadi fondasi teknis bagi ARPANET dan jaringan komputer selanjutnya.

ARPANET dan Riset Militer-Akademik (1960–1970-an)

Advanced Research Projects Agency (ARPA) mendanai penelitian jaringan komputer untuk menghubungkan pusat riset dan universitas. Pada 1969, node awal ARPANET menghubungkan UCLA, Stanford Research Institute, UC Santa Barbara, dan University of Utah. ARPANET menggunakan Interface Message Processor (IMP) sebagai perangkat switching.

Pada awal 1970-an, Network Control Protocol (NCP) memungkinkan komunikasi antar host. Aplikasi jaringan awal termasuk email (sekitar 1971), transfer file, dan diskusi berbasis newsgroup. ARPANET merupakan jaringan packet switching operasional pertama, dan menjadi prototipe internetwork modern.

Jaringan Packet Switching Internasional

Selain ARPANET, berbagai jaringan packet switching muncul, antara lain:

  • NPL Network (Inggris)
  • CYCLADES (Prancis)
  • SATNET (Trans-Atlantik)
  • Merit Network (Amerika Serikat)
  • X.25 (Telekomunikasi internasional)

Jaringan-jaringan ini mengembangkan model teknis berbeda; CYCLADES menekankan fungsi end-to-end, sedangkan X.25 mengadopsi pendekatan telekomunikasi tradisional dengan virtual circuits.

Standardisasi TCP/IP dan Internetworking

Vint Cerf dan Bob Kahn mengembangkan Transmission Control Protocol (TCP), kemudian dipisah menjadi TCP dan IP. Protokol TCP/IP memungkinkan jaringan heterogen berkomunikasi tanpa memerlukan keseragaman perangkat keras atau sistem operasi. Model internetworking berbasis TCP/IP diadopsi secara luas.

Pada 1 Januari 1983, ARPANET beralih resmi ke TCP/IP, menandai tonggak penting dalam sejarah internet. Transisi ini memungkinkan pembentukan "internet" sebagai sistem interkoneksi jaringan global.

Organisasi Riset dan RFC

Internet Engineering Task Force (IETF) dan mekanisme Request for Comments (RFC) menjadi sarana dokumentasi dan standardisasi teknis internet. RFC mencakup desain protokol, spesifikasi teknis, metodologi implementasi, dan pedoman interoperabilitas.

Selain IETF, lembaga lain berperan, termasuk:

  • Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA)
  • National Science Foundation (NSF)
  • ARPANET Working Groups
  • Internet Architecture Board (IAB)

Organisasi ini membentuk ekosistem penelitian dan standardisasi internet.

NSFNET dan Komunitas Akademik (1980–1990-an)

National Science Foundation membangun NSFNET sebagai tulang punggung akademik. NSFNET memperluas akses jaringan ke universitas dan laboratorium penelitian. Pada pertengahan 1980-an, internet berkembang melalui kolaborasi akademik. Internet pada tahap ini masih terbatas pada komunitas ilmiah dan teknis.

Domain Name System (DNS) diperkenalkan pada 1984 untuk menggantikan sistem host file terpusat. DNS menyediakan hirarki penamaan domain, termasuk top-level domain seperti .com, .edu, .org, dan .net.

Privatisasi dan Komersialisasi

Pada akhir 1980-an dan awal 1990-an, akses internet dibuka secara bertahap ke sektor komersial. NSFNET dialihkan ke operator swasta, dan penyedia layanan internet (ISP) mulai bermunculan. Infrastruktur backbone komersial menggeser peran ARPANET dan NSFNET.

Privatisasi internet memunculkan ekosistem perangkat keras, perangkat lunak, operator jaringan, dan penyedia konten. Internet menjadi sarana komunikasi umum, bukan hanya alat riset.

World Wide Web

Tim Berners-Lee di CERN mengembangkan World Wide Web pada akhir 1980-an, terdiri dari:

  • HyperText Markup Language (HTML)
  • HyperText Transfer Protocol (HTTP)
  • Uniform Resource Locator (URL)

WWW memperluas fungsi internet dari komunikasi tekstual menjadi sistem hypertext multimedia. Browser grafis seperti Mosaic dan Netscape mempercepat adopsi internet publik.

Ekspansi Global

Pada pertengahan hingga akhir 1990-an, internet menyebar ke berbagai negara melalui ISP, institusi pendidikan, dan operator telekomunikasi. Kabel serat optik internasional dan backbone jaringan memperkuat kapasitas infrastruktur global.

Infrastruktur Fisik

Internet memerlukan lapisan fisik meliputi:

  • serat optik
  • router dan switch
  • pusat data
  • server DNS
  • jaringan seluler
  • kabel bawah laut

Routing antar sistem otonom (AS) menggunakan Border Gateway Protocol (BGP).

Akses Rumah Tangga dan Broadband

Pada awal 2000-an, akses broadband menggantikan dial-up. DSL, kabel, dan fiber meningkatkan kecepatan dan reliabilitas. Internet mulai digunakan untuk aktivitas sehari-hari seperti pendidikan, perdagangan, dan hiburan.

Internet Seluler

Kemunculan telepon pintar dan jaringan 3G/4G memindahkan penggunaan internet ke perangkat bergerak. Model aplikasi bergeser dari web statis menuju layanan interaktif dan platform digital. Perkembangan menuju 5G meningkatkan kapasitas dan latensi.

Komputasi Awan dan Virtualisasi

Komputasi awan menyediakan sumber daya komputasi elastis dan terdistribusi. Pusat data dan Content Delivery Network mengoptimalkan distribusi konten. Virtualisasi memungkinkan skalabilitas dan efisiensi sistem.

Periode 2010–2025

Pada dekade ini, internet menjadi infrastruktur sosial dan ekonomi, mendukung:

  • perbankan digital
  • e-commerce
  • pemerintah digital
  • pendidikan jarak jauh
  • IoT
  • kendaraan terhubung

Isu regulasi, privasi, keamanan siber, dan kedaulatan digital menjadi perhatian global.

Tata Kelola dan Standardisasi

Internet tidak memiliki otoritas tunggal. Tata kelola melibatkan:

  • ICANN — pengelolaan domain dan alamat IP
  • IETF — standar teknis
  • W3C — standar web
  • ITU — telekomunikasi global

Model tata kelola bersifat multi-pemangku kepentingan.

Kesenjangan Digital

Kesenjangan digital berkaitan dengan akses infrastruktur, literasi, dan kapasitas ekonomi. Penyebaran internet global tidak merata. Upaya ekspansi dilakukan melalui serat optik, satelit orbit rendah, dan jaringan seluler.

Keamanan Siber

Dengan pertumbuhan internet, ancaman siber meningkat, termasuk malware, phishing, ransomware, dan serangan DDoS. Pengembangan enkripsi dan protokol keamanan menjadi prioritas.

Kesimpulan

Internet berkembang secara bertahap melalui inovasi teknis, penelitian akademik, eksperimen militer, standardisasi, komersialisasi, dan globalisasi. Internet menjadi infrastruktur digital utama yang mempengaruhi sistem pengetahuan, ekonomi, dan sosial global. Meskipun sudah mapan, tantangan mengenai keamanan, regulasi, akses, dan tata kelola masih terus berkembang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Internet